BKSDA SUMSEL GANDENG BABINSA JAGA GAJAH SUMATERA

Kegiatan
Bagikan:
BKSDA SUMSEL GANDENG BABINSA JAGA GAJAH SUMATERA

Palembang, 4 Agustus 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan menggelar Sosialisasi Konservasi Gajah Sumatera bertajuk "Satu Langkah Bersama untuk Gajah Sumatera" di Markas Komando Resor Militer (Korem) 044/Garuda Dempo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Distrik Militer (Kodim) Ogan Komering Ilir dan Kodim Banyuasin dalam mendukung upaya konservasi gajah sumatera serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam mitigasi interaksi negatif antara manusia dan gajah. 

Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, menyampaikan bahwa konservasi gajah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Babinsa memiliki peran strategis sebagai mitra di lapangan yang dapat mendukung upaya mitigasi sekaligus menjadi penghubung dalam penyampaian edukasi konservasi kepada masyarakat di sekitar habitat gajah.

Mewakili Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Kepala Staf Korem, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah, BKSDA, dan masyarakat dalam menjaga habitat serta populasi gajah sumatera yang menghadapi berbagai ancaman, seperti fragmentasi habitat dan alih fungsi lahan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Balai KSDA Sumatera Selatan, serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan nasional konservasi gajah, implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026, kondisi habitat dan populasi gajah di Sumatera Selatan, upaya mitigasi interaksi negatif manusia dan gajah, hingga penguatan peran Babinsa dalam mendukung konservasi di tingkat tapak.

Selain materi kebijakan, peserta juga memperoleh pembekalan teknis mengenai perilaku gajah, tanda-tanda gajah dalam kondisi siaga, prinsip penggiringan yang aman, serta pentingnya koordinasi dan disiplin dalam penanganan interaksi negatif antara manusia dan gajah. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagi pengalaman penanganan interasksi negatif gajah di lapangan sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat langkah mitigasi ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian gajah sumatera. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian habitat, mengurangi potensi interaksi negatif antara manusia dan gajah, serta mewujudkan upaya konservasi yang berkelanjutan.

AB

Ditulis oleh

Admin BKSDA

Kontributor

Call Center
Call Center