
Musi Banyuasin, 9 September 2026 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan menerima serahan 1 (satu) individu satwa dilindungi jenis beruang madu (Helarctos malayanus) dari masyarakat di Desa Sidorahayu, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin. Satwa tersebut kini menjalani masa observasi dan pemeriksaan kesehatan di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu, Palembang.
Proses evakuasi ini bermula dari laporan yang diterima melalui Call Centre BKSDA Sumatera Selatan. Pelapor menyampaikan bahwa ingin menyerahkan beruang madu kepada BKSDA Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan pelapor, beruang madu tersebut sebelumnya ditemukan dalam kondisi terlantar dan sempat dirawat oleh pelapor selama kurang lebih satu bulan. Untuk memastikan satwa mendapatkan penanganan sesuai prosedur konservasi, warga kemudian berkoordinasi dengan BKSDA Sumatera Selatan untuk proses penyerahan.
Pada malam hari, pelapor membawa beruang madu ke Kantor Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah (SKSDAW) I di Sekayu. Petugas BKSDA Sumatera Selatan kemudian menerima satwa dan melakukan pemeriksaan fisik luar serta identifikasi awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan satwa berjenis kelamin jantan, diperkirakan berusia sekitar satu tahun, serta tidak ditemukan luka maupun cacat pada pemeriksaan fisik luar. Selanjutnya, petugas membawa beruang madu dari Sekayu menuju Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu di Palembang untuk menjalani observasi dan penanganan lebih lanjut.
Setibanya di PRS Punti Kayu, tim medis melakukan pemeriksaan melalui metode observasi visual dan perabaan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi fisik satwa cukup baik dengan Body Condition Score (BCS) 3/5. Bulu dan kulit tampak mengkilap, gigi taring lengkap, kuku dan jari dalam kondisi baik, serta nafsu makan satwa juga baik dengan pemberian pakan buah tertentu yang ditambahkan madu.
Meski demikian, tim medis mengamati bahwa beruang masih menunjukkan respons stres dan takut terhadap manusia, serta belum mau berdiri menggunakan kedua kaki belakang. Selama masa observasi, satwa terpantau berpindah tempat dengan cara menggeser tubuh. Tim medis PRS Punti Kayu akan melanjutkan observasi visual disertai pemberian multivitamin. Apabila kondisi tersebut masih berlanjut, satwa akan dipertimbangkan menjalani pemeriksaan penunjang berupa X-ray untuk melihat kondisi sistem rangka serta pemeriksaan kimia darah guna mengetahui fungsi organ.
BKSDA Sumatera Selatan mengapresiasi masyarakat yang telah berkoordinasi dan menyerahkan satwa dilindungi tersebut kepada petugas. Pelaporan dan penyerahan satwa secara sukarela merupakan langkah penting dalam mendukung upaya penyelamatan satwa liar agar mendapatkan penanganan sesuai kaidah konservasi.
BKSDA Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat agar tidak memelihara satwa liar dilindungi. Apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan penanganan atau berada di luar habitatnya, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada Call Center BKSDA Sumatera Selatan agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas yang berwenang.
Ditulis oleh
Admin BKSDA
Kontributor

