Langkah Preventif Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Kegiatan
Bagikan:
Langkah Preventif Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Kab. Bangka Barat (9-11 Februari 2026) - Resor XXI Riding Panjang Taman Nasional Gunung Maras melaksanakan patroli pengamanan kawasan sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini dilakukan mengingat kondisi cuaca ekstrim, di mana wilayah tersebut tercatat tidak mengalami hujan selama 28 hari terakhir berdasarkan informasi BMKG Stasiun Depati Amir Pangkalpinang. Area perbatasan Desa Tuik diketahui pernah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak pada musim kemarau dua tahun lalu.

Tim melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tuik dan Ketua Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) Pakat guna memperkuat sinergi pencegahan karhutla. KTHK Pakat saat ini tengah mengembangkan budidaya madu kelulut sebagai alternatif ekonomi ramah lingkungan.

Patroli di dalam kawasan meliputi inventarisasi vegetasi dan pemantauan ekosistem mangrove. Kondisi lahan berupa rawa dengan genangan air 40–60 cm dan tidak ditemukan indikasi aktivitas ilegal yang dapat menyebabkan karhutla. Pemantauan difokuskan pada ekosistem mangrove melalui patroli darat dan foto udara menggunakan drone. Hasil monitoring menunjukkan mangrove dalam kondisi baik tanpa gangguan, termasuk aktivitas tambang ilegal. Tim juga melakukan pengawasan di pelabuhan warga sekitar kawasan dan memastikan telah terpasang imbauan agar nelayan tidak menggunakan racun maupun bahan peledak.

Secara umum, selama tiga hari kegiatan, kawasan terpantau aman dan terkendali. Patroli ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian kawasan melalui pengawasan aktif dan kolaborasi bersama masyarakat.

AB

Ditulis oleh

Admin BKSDA

Kontributor

Call Center
Call Center