Klarifikasi Dugaan Kemunculan Harimau di Desa Tanjung Baru, Kabupaten OKU

Kegiatan
Bagikan:
Klarifikasi Dugaan Kemunculan Harimau di Desa Tanjung Baru, Kabupaten OKU

Baturaja (25/03/26) — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan mendapatkan laporan dari masyarakat melalui call center, serta menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait kematian ayam yang diduga akibat serangan satwa harimau di Desa Tanjung Baru, Kec. Baturaja Timur. Petugas BKSDA Sumsel segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Pengecekan dilakukan pada titik ditemukannya ayam mati yang sebelumnya diduga sebagai akibat dari serangan satwa harimau. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan serta penelusuran jejak di sekitar lokasi, tidak ditemukan indikasi adanya aktivitas atau keberadaan harimau di wilayah tersebut.

Selain itu, keterangan dari warga sekitar menyebutkan bahwa kejadian ayam mati tersebut bukanlah hal baru dan umumnya disebabkan oleh serangan anjing liar yang berkeliaran di sekitar permukiman. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Kepala Desa Tanjung Baru yang menyampaikan bahwa kejadian serupa telah beberapa kali terjadi sebelumnya.

Sebagai tambahan informasi, terdapat perbedaan yang cukup jelas antara tapak kaki harimau dan anjing liar di lapangan. Tapak kaki harimau umumnya berbentuk lebih bulat, dengan bantalan 3 (tiga) lekuk yang besar dan hampir mirip setengah lingkaran, ukurannya 10-18 cm, serta tidak menunjukkan bekas kuku, karena kuku harimau dapat ditarik masuk (retractile). Jejak langkahnya terlihat rapi dan lurus. Sementara itu, tapak kaki anjing liar cenderung berbentuk lebih lonjong dengan bantalan 2 (dua) lekuk, dengan ukuran lebih kecil, serta menunjukkan bekas kuku di bagian depan jari dan jejak langkahnya terlihat menyebar atau acak.

Dengan demikian, informasi yang beredar di media sosial terkait kemunculan harimau di lokasi tersebut tidak dapat dibenarkan.

BKSDA Sumsel mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan satwa liar, agar tidak menimbulkan keresahan.

Apabila menemukan kejadian serupa atau indikasi keberadaan satwa liar yang dilindungi, masyarakat dapat segera melaporkan kepada BKSDA Sumsel melalui nomor call center agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.

AB

Ditulis oleh

Admin BKSDA

Kontributor

Call Center
Call Center