
Suaka Margasatwa Gunung Raya
Suaka Margasatwa (SM) Gunung Raya merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) dan terletak di wilayah administrasi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Kawasan ini ditetapkan sebagai suaka margasatwa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.3090/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 23 April 2014, dengan luas seluas 44.996,11 hektar. Kawasan SM Gunung Raya telah ditetapkan sebagai Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK. 129/ MenLHK/ SETJEN/ PLA.0/3/ 2018 tanggal 5 Maret 2018.
Tujuan Pengelolaan Kawasan
Kawasan konservasi SM Gunung Raya merupakan kawasan yang diperuntukkan bagi perlindungan, pengawetan sumber daya alam dan budaya secara global. Kawasan ini memberikan nilai bagi perlindungan habitat alam beserta flora dan fauna yang ada di dalamnya, serta memelihara keseimbangan lingkungan sekitarnya. Tujuan pengelolaan di atas dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) aspek utama: konservasi, penelitian, pendidikan, dan kepariwisataan (Hamidun et al. 2012). Kawasan ini merupakan salah satu kawasan konservasi yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa, dengan fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan, satwa beserta ekosistemnya dan sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan. Satwa yang dijadikan sebagai flagship species kawasan SM Gunung Raya adalah gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus).
Ekosistem dan Potensi Wisata
Kawasan SM Gunung Raya merupakan ekosistem hutan hujan tropis dataran tinggi dengan keadaan topografi bergelombang, berbukit-bukit sampai bergunung dengan ketinggian 1.643 meter dpl. Di kawasan SM Gunung Raya telah teridentifikasi keberadaan beberapa lokasi air terjun yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai ekowisata. Air terjun yang ada di dalam kawasan SM Gunung Raya yaitu Air Terjun Kalub/ Kembar Telemo, Air Terjun Payung/ Mahuma, Air Terjun Talang Limo, Air Terjun Kalub, Air Terjun O2, Air Terjun Kumpul Rejo dan Air Terjun Bukit Sekaco. Air Terjun yang berada di dalam kawasan SM Gunung Raya belum cukup dikenal oleh masyarakat luas.
Potensi Wisata Alam di Kabupaten OKU Selatan
Wilayah Kabupaten OKU Selatan memiliki sejumlah potensi wisata alam yang mulai dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Dinas Pariwisata Kabupaten OKU Selatan. Sejumlah potensi wisata alam tersebut antara lain berupa danau, air terjun, sumber air panas, gunung, dll. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten OKU Selatan, potensi air terjun yang berhasil didata sampai dengan tahun 2021 adalah sebanyak 42 lokasi air terjun, dan beberapa diantaranya masih belum memiliki nama. Rincian Air Terjun yang berhasil diidentifikasi oleh Pemerintah Kabupaten OKU Selatan disajikan dalam Tabel 1.
Tabel 1. Daftar Nama Objek Wisata Alam Air Terjun di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten OKU Selatan dalam BPS Kabupaten OKU Selatan (2021)
Paradigma Baru dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi
Adanya paradigma baru di dalam pengelolaan kawasan konservasi yang mengedepankan pemanfaatan kawasan konservasi untuk mencapai perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya memberikan cara pandang baru bagi kita semua. Paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi bertujuan untuk mengurangi ketergantungan dana pengelolaan dari pihak luar dan melakukan konservasi dengan biaya sendiri. Pengembangan pemanfaatan berbagai potensi kawasan yang dilakukan dalam koridor-koridor pemanfaatan yang menjamin kelestariannya dapat dilakukan. Salah satu pengembangan pemanfaatan kawasan konservasi adalah melalui pengembangan ekowisata. Ekowisata merupakan konsep operasional dari konsep pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya ekowisata dapat menjembatani kepentingan pemerintah dalam hal konservasi dan kepentingan masyarakat lokal dalam hal pengembangan ekonomi. Ekowisata adalah perpaduan antara konservasi dan pariwisata dimana pendapatan yang diperoleh dari pariwisata seharusnya dikembalikan kepada kawasan untuk perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati serta perbaikan sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya (Hamidun et al. 2012). Terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan ekowisata, yaitu daya dukung lingkungan, melibatkan secara aktif masyarakat lokal dan budayanya, mempromosikan pendidikan lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi pengelolaan taman nasional dan masyarakat sekitarnya (Sekartjakrarini, 2004; Ceballos-Lascurain, 1996; Boo, 1990 dalam Hamidun et al. 2012). Dan pengembangan ekowisata kawasan SM Gunung Raya dapat dilakukan melalui pengembangan potensi obyek daya tarik wisata alam berupa air terjun dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Informasi Tentang Beberapa Air Terjun
Air Terjun O2 berada di kawasan SM Gunung Raya yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Segiguk Raya Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, dengan ketingian 20 - 25 m. Lokasi Air Terjun O2 ini berada di kawasan SM Gunung Raya pada ketinggian 1355 mdpl. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh selama ±2,5 jam perjalanan dari Kota Muara Dua.
Air Terjun Kalub/ Air Terjun Kembar Telemo terletak di Desa Bumi Agung Kecamatan Warkuk Ranau Selatan. Air terjun ini memiliki ketinggian antara 15 - 20 m. Berada di dalam kawasan SM Gunung Raya pada ketinggian 650 m dpl. Keberadaan Air Terjun Kalub/ Kembar Telemo di Desa Bumi Agung ini menambah potensi obyek daya tarik wisata alam yang ada di dalam kawasan SM Gunung Raya dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata minat khusus bagi para pecinta alam. Untuk menuju lokasi Air Terjun Kalub dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2. Waktu tempuh ke lokasi air terjun dari ibukota Kabupaten OKU Selatan (Kota Muara Dua) selama ±2,5 jam perjalanan.
Air Terjun Kumpul Rejo berada di dalam kawasan SM Gunung Raya yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Sidorahayu Kecamatan Buay Pemaca dengan ketinggian 20 - 25 m. Lokasi Air Terjun Kumpul Rejo berada pada ketinggian 100
Ditulis oleh
Admin BKSDA
Kontributor

